Saturday, August 25, 2012

Perjalanan Eropa 2012, Hari ke 13, Heidelberg - Lucern (Swiss)

Karena kemarin sampai Heidelberg terlalu malam, jadi hari ini bis baru bisa berangkat jam 09.00. Kita city tour dulu ke castil Heidelberg. Setelah itu kita berangkat ke Danau Titisee.
Sampai Titisee jam 14.00 makan siang, terus jam 15.30 kita berangkat lagi lihat air terjun.
Swiss bukanlah sepenuhnya anggota dari Uni Eropa. Di Swiss, mata uang yang dipakai adalah Swiss Franc (ditulis CHF). Tapi keluar atau masuk Swiss dari negara Uni Eropa tidak memerlukan proses imigrasi, walaupun bis yang kita naiki harus mengisi form saat masuk negara ini.
Sampai di kota Lucern, jam 20.00. Makan malam, lalu masuk hotel. Nama hotelnya Grand Europe. Interior lobby cukup bagus dan mewah. Tapi ternyata gak ada ACnya. Aneh hotel bintang 4 kok gak ada AC. Hanya ada kipas angin aja. Jadi mesti buka jendela.
Setelah memasukkan koper, aku keluar sendiri. Jalan kaki ke tengah kota. Mau foto icon kota ini yaitu Chapel Bridge. Chapel Bridge ini bentuknya adalah sebuah jembatan kayu yang ada menara besar yang terbuat dari batu. Mayoritas menara dikota ini, bentuknya bulat, dengan atap berbentuk kerucut.
Jaraknya gak jauh, sekitar 20-30 menit jalan kaki. Maunya naik bis kota tapi ragu ragu, karena belum mengerti gimana cara bayarnya. Setelah jalan sambil foto foto, aku balik ke hotel.
Kali ini aku bertekad mau naik bis. Di bus stop, ada semacam terminal ATM. Bis disini cukup mahal. Jarak paling dekat aja ongkosnya 1,9 Swiss Franc. Sebelum memutuskan jenis tiketnya yang mana, kita mesti lihat dulu, tujuan kita. Sebaiknya pilih jenis tiket yang paling murah dulu, lalu periksa, apakah tujuan kita tercakup dengan tiket ini. Setelah itu kalau sudah setuju, kita bayar dengan uang coin Swiss Franc atau Euro juga bisa. Tiket akan langsung dicetak dan tercantum nomer bis yang kita pilih dan tenggang waktu berlakunya. Tiket yang paling murah ("Shortest Distance") berlaku selama 30 menit sejak tiket dicetak. Pada papan indikator ada petunjuk bis apa saja yang lewat tempat tersebut dan kapan bis tersebut datang. Dan memang pada jam yang ditentukan, bis tersebut datang. Pada saat masuk, kita harus tekan tombol yang ada lampu hijau pada pintu. Saat di dalam bis, tidak ada petugas yang memeriksa karcis kita. Jadi kalau mau curang sebetulnya bisa saja tidak beli karcis. He he....
Tapi terlihat semua orang memegang karcis masing masing. Mungkin disana orang malu kalau tidak membeli tiket. Saat tujuan kita sudah dekat (didalam bis ada layar yang memberitahu kita nama bis stop yang akan dilewati), kita harus menekan tombol merah pada tiang di dalam bis supaya supir tahu bahwa ada penumpang yang akan berhenti. Setelah itu mesti tekan sekali lagi untuk membuka pintu. Aku tidak tahu mengenai ini. Sampai tujuan terlewati, lah...kok bis tidak berhenti ya... Setelah tanya ke penumpang lain, baru aku mengerti. Tapi terlanjur, sudah terlewat beberapa bis stop. Penumpang lain memberi informasi agar ikut sampai ke jalur bis paling ujung, karena bis akan kembali lagi. Daripada jalan kaki jauh, saran mereka aku turuti. Aturannya, yang penting kita tidak melebihi tenggang waktu 30 menit. Akhirnya sampai ke hotel jam 22.45. Lumayan irit waktu.

No comments:

Post a Comment